Hufff...Akhirnya aku kuliah juga.
Padahal selama ini aku tidak pernah bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi sekarang, aku terdampar di sini, di sebuah universitas Negeri di Kota Pahlawan.Surabaya.
Awalnya, aku sudah mempunyai rencana untuk bekerja di sebuah pabrik elektronik di Batam. Tetapi, tiba-tiba saja ibuku menawariku untuk melanjutkan sekolah, lebih tepatnya sekolah kependidikan, biar aku jadi guru nantinya. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk menerima tawaran ibuku tersebut. Berbekal info yang minim, aku nekad mengikuti tes SNMPTN yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dengan beberapa teman satu sekolah akupun mendaftar menjadi peserta SNMPTN. dan satu bulan setelah pendaftaran aku mengikuti ujian tulis SNMPTN di sebuah sekolah swasta di Surabaya.
Pada saat mengikuti ujian aku pesimis sekali bisa lolos, yang ada di pikiranku saat itu adalah jika aku tidak lolos tes aku akan kerja! Itu hal pertama yang terlintas di fikiranku.
Tapi, ternyata ALLAH SWT berkehendak lain atas hidupku. Aku lolos tes! dan diterima di Jurusan pertama yang aku pilih. Antara percaya dan tidak percaya aku mengucap syukur. Dan sekarang, aku sudah resmi menjadi seorang Mahasiswa. Ya, Mahasiswa. Kata yang cukup familiar buatku. Tapi, aku tidak mengetahui apa sebenarnya Mahasiswa itu. Yang kutahu Mahasiswa adalah sebutan untuk murid di Perguruan Tinggi. Itu Saja. Dan setelah benar-benar memasuki dunia perkuliahan yang sebenarnya, aku jadi sedikit lebih mengerti apa yang dimaksud dengan Mahasiswa itu.
Menurutku, Mahasiwa memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi masalah-masalah mereka. Mereka juga punya idealisme-idealisme masing-masing, yang bagiku jika aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri aku akan terhanyut ke dalam idealisme mereka.
Awalnya, aku sudah mempunyai rencana untuk bekerja di sebuah pabrik elektronik di Batam. Tetapi, tiba-tiba saja ibuku menawariku untuk melanjutkan sekolah, lebih tepatnya sekolah kependidikan, biar aku jadi guru nantinya. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk menerima tawaran ibuku tersebut. Berbekal info yang minim, aku nekad mengikuti tes SNMPTN yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dengan beberapa teman satu sekolah akupun mendaftar menjadi peserta SNMPTN. dan satu bulan setelah pendaftaran aku mengikuti ujian tulis SNMPTN di sebuah sekolah swasta di Surabaya.
Pada saat mengikuti ujian aku pesimis sekali bisa lolos, yang ada di pikiranku saat itu adalah jika aku tidak lolos tes aku akan kerja! Itu hal pertama yang terlintas di fikiranku.
Tapi, ternyata ALLAH SWT berkehendak lain atas hidupku. Aku lolos tes! dan diterima di Jurusan pertama yang aku pilih. Antara percaya dan tidak percaya aku mengucap syukur. Dan sekarang, aku sudah resmi menjadi seorang Mahasiswa. Ya, Mahasiswa. Kata yang cukup familiar buatku. Tapi, aku tidak mengetahui apa sebenarnya Mahasiswa itu. Yang kutahu Mahasiswa adalah sebutan untuk murid di Perguruan Tinggi. Itu Saja. Dan setelah benar-benar memasuki dunia perkuliahan yang sebenarnya, aku jadi sedikit lebih mengerti apa yang dimaksud dengan Mahasiswa itu.
Menurutku, Mahasiwa memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi masalah-masalah mereka. Mereka juga punya idealisme-idealisme masing-masing, yang bagiku jika aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri aku akan terhanyut ke dalam idealisme mereka.

